Negara Paling Sehat


Beda negara, beda iklim,Beda pula budaya kebersihan dan kesadaran akan higienis juga kesehatan. 

Sehingga, tidak usah heran jika ada beberapa negara di dunia ini yang patut bangga dengan kondisi lingkungannya yang mencegah orang jatuh sakit.

Penyakit dipicu oleh banyak faktor—usia, lokasi, iklim, suhu, gaya hidup, makanan, dan lain-lain.

Namun, beberapa negara yang memiliki tingkat kesadaran akan higienis yang tinggi melakukan banyak tindakan pencegahan.

Dan, akhirnya diketahui ada lima negara yang penduduknya jarang sekali jatuh sakit, dikutip dari WebspaceTV:

5. Jepang

Tahun lalu, satu dari empat populasi penduduk Jepang berusia lebih dari 65 tahun. Ini menunjukkan bahwa kebanyakan warga Jepang memiliki usia panjang dan sehat.

Pelayanan kesehatan di Jepang boleh dibilang terdepan, termasuk screening examination (pemindaian seluruh bagian tubuh), pemeriksaan kehamilan, dan pengendalian terpadu penyakit menular. 

Meski tidak sepenuhnya gratis, pemerintah Jepang menanggung 70 persen dari total biaya rumah sakit untuk seluruh warganya.

Tertarik untuk tinggal di Jepang pada hari tua? Siapa bilang tidak bisa. Dijamin gaya hidup Anda menjadi sehat, panjang umur, dan jauh dari penyakit.

4. Luxembourg

Negara kecil di perbatasan Belgia, Jerman, dan Prancis ini memiliki pengeluaran per kapita terbesar keempat di dunia untuk layanan kesehatan.

Dengan demikian, tak heran kalau negara ini memiliki tingkat kesadaran kesehatan yang tinggi.

Sebagian besar pelayanan kesehatan di Luxembourg berkualitas tinggi dan gratis untuk seluruh warganya yang berpopulasi kurang dari sejuta orang.

Tapi, kendati rata-rata penduduk di sini relatif kuat dan jarang jatuh sakit, Luxembourg masih memiliki masalah lain yang tak kalah serius, yaitu obesitas dan konsumsi alkohol yang tinggi.

3. Swiss

Inilah negara yang diklaim tersehat ketiga di dunia. Diduga iklim yang sangat dingin membuat warga Swiss "tangguh" menghadapi beragam penyakit.

Tingkat kematian penduduknya pun rendah, hanya sembilan per seribu orang.

Sayangnya, mirip dengan Luxembourg, konsumsi alkohol di Swiss 73 persen lebih besar dari rata-rata penduduk dunia. 

Tak cuma itu, 22 persen wanita dewasa dan 31 persen pria dewasa adalah perokok berat.

Ya, tiada gading yang tak retak. Meski bukan negara yang sempurna dalam hal kesehatan, sebagian besar penduduk Swiss terbukti jarang jatuh sakit.

2. Norwegia

Uang yang dipakai harus menghasilkan sesuatu. Benar adanya. Sebab Norwegia mengalokasikan pengeluaran per kapita terbesar di dunia demi pelayanan kesehatan yang baik. 

Bayangkan, pengeluaran negara untuk bidang kesehatan mencapai 9,3 persen dari total belanja.

Memang, biaya pengobatan dan rumah sakit di Norwegia terkenal karena saking mahalnya. 

Tapi, didukung pertumbuhan ekonomi yang pesat, seluruh warganya kini memiliki akses ke beberapa dokter spesialis ternama dan fasilitas medis terbaik di dunia secara cuma-cuma. Asyik, ya?

1. Qatar

Tidak memiliki sistem pelayanan kesehatan yang spesial, Qatar justru memuncaki daftar negara-negara dengan populasi paling sehat di dunia. 

Diduga mayoritas warga Qatar terlahir dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat baik.

Karena tidak ditemukan analisa lain yang bisa menjawab fenomena ini.

Qatar memiliki 7,7 dokter per seribu orang. Tingkat kematiannya pun diketahui sangat rendah. 

Meski harapan hidup orang di sini mencapai 77,6 tahun, namun isu obesitas tinggi turut menghantui warga Qatar.

Pelayanan kesehatan di Qatar boleh diacungi dua jempol. Selain mendapatkan pengobatan gratis di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah, warganya juga bebas mendapatkan layanan medis pribadi. 

Tak cuma itu, warga juga dibolehkan melakukan check-up gratis secara berkala. 


Share on Google Plus

About Dwi Rian

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar