Kyrgios mengungguli Elias di Hisense Arena


Mengacuhkan rasa sakit yang masih terasa di lututnya, Kyrgios mengungguli Elias di Hisense Arena pada Senin (16/01) waktu setempat dengan hasil 6-1, 6-2, 6-2.

Kekhawatiran terbesar Kyrgios bukanlah cedera lutut yang ia alami jelang dimulainya Grand Slam pertama musim ini, tetapi mimisan yang kambuh dan membutuhkan time-out untuk mengobatinya di awal set kedua.

Petenis berusia 21 tahun tersebut meringis kesakitan setelah menerima pengobatan, tetapi tidak menunjukkan efek dari rasa sakitnya dengan mengalahkan petenis peringkat 81 dunia, Elias, dan hanya kehilangan lima game.

“Saya selalu memiliki masalah dengan mimisan. Saya memiliki sinus yang buruk, jadi saya sering mimisan,” ungkap Kyrgios.

“Penonton hari ini (16/01) sungguh mengagumkan dan itulah mengapa saya meminta bermain di lapangan ini, karena ini adalah salah satu lapangan favorit saya. 

Saya senang berada di sini,” jelas Kyrgios.

Kemenangan yang berlangsung cukup cepat tersebut merupakan awal yang sempurna bagi Kyrgios, yang merupakan juara Australian Open junior tahun 2013, lolos ke perempatfinal tahun 2015, dan menjadi pesaing untuk memperebutkan gelar Australian Open 2017.

“Saya bisa merasakan rasa sakit pada lutut saya. 

Saya mendapatkan pengobatan yang baik untuk mengobatinya bersama tim saya yang telah membantu melewatinya. 

Saya telah melakukan semua yang saya bisa dan saya bermain dengan baik hari ini (16/01), jadi saya harap saya bisa mempertahankannya,” lanjut Kyrgios.

Di babak kedua, Kyrgios akan berduel melawan Andreas Seppi, petenis Italia yang ia kalahkan di turnamen yang sama dua tahun lalu dalam perjalanannya menuju babak 16 besar.
Share on Google Plus

About Dwi Rian

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar