Berambisi Rebut Predikat Rookie Of The Year Di Musim 2017


Vinales, yang resmi jadi tandem Valentino Rossi di musim 2017, juga merupakan rider lulusan Moto2 yang langsung direkrut oleh Suzuki di kelas premier. 

Dan di musim debutnya, Vinales sukses dinobatkan sebagai rookie of the year dengan menduduki peringkat ke-12 dalam klasemen pebalap.

Secara teknis, ambisi Rins untuk mengalahkan tiga debutan lainnya, yaitu Johann Zarco, Jonas Folger dan Sam Lowes memang realistis, mengingat saat ini mesin Suzuki telah berkembang cukup fantastis.

“Dari yang saya lihat di Valencia, target untuk meraih Rookie of the Year serta mengungguli rider debutan lainnya (dari kelas Moto2) itu cukup realistis,” pungkas Rins. 

“Itulah target yang saya patok saat ini. mungkin, setelah turun ke lintasan dalam beberapa seri, target saya bisa berubah, menjadi top15 atau bahkan top 10.. lihat saja nanti.

“Pastinya akan ada banyak tekanan, sebab saya menggantikan Maverick di Suzuki. 

Dam saya selalu berkompetisi dengannya di kelas sebelum-sebelumnya. 

Dan di kategori Moto2 sendiri, dia hengkang dari Paginas Amarillas HP40, kemudian saya menggantikannya, jadi saya kerap dibanding-bandingkan. 

Semoga saja, saya bisa mengimbangi capaiannya atau bahkan mengalahkannya.”

Kendati demikian, Rins juga mengungkapkan kekhawatirannya, mengingat ia baru saja mengalami crash di sesi pengujian paska-musim Valencia akhir tahun lalu. 

Kecelakaan parah itu membuat Rookie MotoGP tersebut cedera di bagian tulang belakang T8 dan T12 dan memaksanya absen dalam pengujian paska-musim kedua di Jerez.

“Saya terpaksa menggunakan korset dan tiduran selama sebulan, sebab cedera di tulang belakang saya sangat serius. 

Crash itu sebenarnya sedikit janggal, sebab waktu itu saya terjatuh dan beberapa lap kemudian rekan baru saya, Andrea Iannone, juga tergelincir di tempat yang sama. 

Kami berdua lalu mengecek data telemetri untuk mencari penyebabnya, tapi hasilnya nihil.

“Dalam MotoGP, kondisi fisik itu jadi faktor utama ketimbang di ajang Moto2. Kami sudah membuktikannya saat di Valencia. 

Di hari pertama saat pengujian di Valencia saja, saya sudah merasa sangat lelah, dan kemudian kami memutuskan untuk merubah trainig rutin agar lebih kuat dan agar kami bisa menunggangi mesin MotoGP dengan lebih mudah.”
Share on Google Plus

About Dwi Rian

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar